Rabu, 21 Maret 2018

Perlunya Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Even Pariwisata

Jakarta (WartaMerdeka) - Arief Yahya (Menteri Pariwisata)  menyatakan, segera dibuat pedoman atau SOP penyelenggaraan even di Indonesia, agar lebih berkualitas dan sesuai standar nasional, sehingga target cultural values dan commercial values dapat tercapai. 


“Dalam membuat SOP ini kita bisa mengambil pengalaman dari penyelenggaraan 100 Calender of Event (CoE) 2018,” kata Menpar Arief Yahya seusai membuka Workshop/Coaching Penyelenggaraan CoE 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kementerian Pariwisata (19/3). 

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Indonesia baru pertama kali mempunyai calender of event nasional (100 CoE) 2018, setelah tiga tahun Malaysia mempunyai Top 50 CoE. Penetapkan 100 CoE 2018 ini dikelola oleh tim kurator dengan standar nasional, sedangkan dalam menetapkan nilai budaya (cultural values) dan nilai ekonomi komersialnya (commercial values) belum ada   pedoman dan perlu segera dibuat SOP dan petunjuk pelaksanaan teknis (Juknis)nya. 

“Target dari penyelenggaraan workshop/coaching hari ini adalah kita segera mempunyai SOP atau pedoman teknis penyelenggaraan even di Indonesia dengan memanfaatkan momentum 100 CoE 2018,” papar Arief Yahya. Perlu ada pendampingan di lapangan dalam penyelenggaraan. Top 100 CoE 2018 terdiri dari 50 even budaya, 30 alam, dan 20 buatan yang memiliki nilai komersial (commercial values) tinggi sehingga diminati pihak ketiga untuk melakukan kerjasama sebagai sponsor atau menjadi co-branding. 

“Untuk nilai budaya (cultural values) kita belum punya data dan sebagai tahap awal perlu dilakukan survey ke beberapa daerah seperti Bali dan Banyuwangi yang mempunyai nilai indeks kebahagiaan tingkat nasional tinggi," ujar Menpar. 

Sementara itu ahli pemasaran dari MarkPlus Jacky Murrsy menggaris bawahi bahwa kurator even terdiri dari produser dan director yang keduanya mempunyai tujuan sama agar target penyelenggaraan event tercapai. “Produser mengurusi dari sisi komersialnya, sedangkan director fokus pada kualitas penyelenggaraan yang target akhirnya adalah return berapa hasil komersial yang diperoleh. Return dari even itu bisa juga berupa seberapa besar kepuasan para pengunjung. Ini penting dievaluasi untuk menentukan strategi penyelenggaraan event ke depan,” kata Jacky Murrsy (fm) | Foto: Istimewa 
Share:

Arsip