Jumat, 16 Februari 2018

Lanal Dabo Singkep Gagalkan Penyeludupan

Dabo Singkep/Kepri (WartaMerdeka) - Pangkalan Angkatan Laut Dabo Singkep, salah satu Lanal di jajaran Lantamal IV Tanjung Pinang berhasil menggagalkan 16 kotak barang selundupan berisi Rokok dari kawasan zona perdagangan bebas atau  FTZ (Free Trade Zone) Batam di sekitaran Pulau Pandan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (14/2).
 
Keberhasilan Lanal Dabo Singkep dalam menggagalkan penyelundupan rokok dari kawasan FTZ adalah berkat instruksi dari Danlantamal IV Tanjung Pinang Laksma R. Eko Suyatno, agar Lanal dijajarannya giat melakukan pencegahan, penggagalan dan penindakan terhadap masuknya barang ilegal dari kawasan FTZ seperti rokok, minuman keras, handphone serta barang ilegal lainnya yang berasal dari daerah Batam dan sekitarnya.
 
Upaya penangkapan ini bermula informasi yang diperoleh dari masyarakat tentang adanya rencana penyelundupan rokok. Berdasarkan itu, Komandan Lanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Yudho Kristianto segera mengerahkan  kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) bergerak melaksanakan patroli penyekatan sesuai dengan sektor wilayah masing-masing.
 
Hasil dari penyisiran dan pengecekan, Patkamla Lanal Dabo Singkep mencurigai adanya benda yang berada di Pulau Pandan. Ketika didekati dan diperiksa ternyata benda tersebut merupakan bungkusan rokok yang berjumlah 16 Kotak. Selanjutnya kotak yang diduga rokok tersebut dibawa menuju ke Mako Lanal Dabo Singkep melalui Pelabuhan Jagoh untuk disita dan dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut. Setelah dilakukan pengecekan, terbukti bahwa kotak tersebut berisi rokok berbagai macam merk yang berasal dari wilayah Batam, dimana 16 kotak berisi total 816 slop.
 
Menurut Komandan Lanal Dabo Singkep, dugaan sementara kejadian tersebut merupakan modus baru penyelundupan rokok FTZ ke daerah penyangga seperti Kabupatem Lingga, dimana barang dari Batam diselundupkan dengan cara diletakkan di sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Diduga barang akan diambil oleh speed boat atau kapal lain untuk dipasarkan di daerah tujuan sekitar Kabupaten Lingga. Hal ini dilaksanakan untuk menghindari pajak atau cukai (bp) | Foto: DispenArmabar | Sumber
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip