Senin, 19 Maret 2018

Info Telur Palsu adalah Hoax

Jakarta (WartaMerdeka) - Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/3), Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syamsul Maarif menegaskan, isu yang viral mengenai telur palsu adalah hoax. 


Adanya isu telur palsu marak di media sosial akhir-akhir ini sangat meresahkan konsumen, dan membuat Kementerian Pertanian, Satgas Pangan Mabes Polri bergerak cepat dalam menyikapi beredarnya berita hoax tersebut. Selain membuat resah konsumen, isu tersebut juga akan sangat merugikan peternak ayam petelur. 

Kementan telah terjun ke lapangan untuk mencari tahu kebenaran info itu. Setelah diteliti, ternyata itu telur asli, namun kondisinya dalam keadaan yang tidak baik (sudah terlalu lama penyimpananya). 
Terkait telur yang diduga palsu beredar masyarakat, Pihaknya sudah menguji ke laboratorium telur yang diduga palsu di masyarakat. Hasilnya dipastikan bahwa telur tersebut asli. 

“Mungkin cuma sudah terlalu lama. Makanya kita jangan simpan telur lama lama, lebih dari empat minggu,” ujarnya. 
Syamsul mengatakan, adanya telur palsu sangat tidak mungkin. Menurutnya, secara akal sehat, harga telur yang dipalsukan pasti lebih mahal. "Harganya bisa mencapai 1,5 kali lebih tinggi dari aslinya. Sebab, hal itu membutuhkan teknologi untuk merekayasa produk biologis," ungkapnya. 

Ditemukannya telur-telur dengan ciri tidak normal seperti kuningnya yang lembek, putih telur terlalu cair, atau tidak lengket di tangan kemungkinan karena faktor alam akibat penyimpanan yang terlalu lama. 

"Biasanya telur itu sudah terlalu lama atau ayamnya sakit, sehingga mempengaruhi kondisi telur," papar Syamsul. 

Dikatakan pula bahwa telur tidak bisa disimpan terlalu lama karena akan memengaruhi konsistensinya. Di peternakan, tidak ada telur yang disimpan lebih dari seminggu. Begitu bertelur, keesokan harinya langsung didistribusikan ke konsumen. Idealnya, jangan simpan telur lebih dari empat minggu. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sugiono meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dengan info hoaks itu karena telur tidak dapat dipalsukan. “Telur produk biologis, tidak akan dapat dipalsukan, harga telur per kilogram jelas Rp. 20-23 ribu," kata Sugiono. 

Sugiono menjelaskan, telur sama seperti sperma yakni produk biologis, sehingga mustahil dipalsukan. “Nanti ada sperma palsu, nanti ada produk biologis lain yang palsu. Itu impossible," tandasnya. 

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, adanya video singkat tentang telur palsu itu sangat meresahkan konsumen. "Masyarakat jadi tidak yakin dan ragu saat mau beli di pasar atau toko," kata Setyo. 

Kepala Satuan Tugas Pangan tersebut juga mengatakan, isu telur palsu yang pertama kali diketahui di Sumbawa/NTB, sangat meresahkan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Polri memastikan bahwa itu hoaks, karena sudah diselidiki ternyata tak benar ada telur palsu. 

Setyo mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan informasi telur palsu di media sosial. Jika kedapatan bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik/ITE (ag) | Foto: Istimewa 
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip