Sabtu, 28 April 2018

Badak Jawa Perlu Diperhatikan

Jakarta (WartaMerdeka) - Setelah lahir dua badak Jawa, salah satu habitat langka di dunia, di Taman Nasional Ujung Kulon/TNUK.(Februari 2018). Diikuti dengan kematian badak jawa (rhinoceros sondai us desmarest), yamg ditemukan di Pantoi Karang Panjang (23/4). 


“Badak jenis ini potensi kepunahannya sangat tinggi,” jelas Kepala Balai TNUK, Dr. U. Mamat Rahmat, S.Hut, MP, didampingi Ir. Herry Subagiadi M.Sc Sekdirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem KLHK, saat jumpa pers di Media Centre Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (26/4). 



Itu sebabnya, TNUK berupaya keras untuk memelihara badak jawa yang kini jumlahnya tinggal 68 buah dan hanya ada di lima tempat di dunia. Penyebab kematian badak jawa yang terjadi kemarin minggu, menurut Mamat, memang bukan karena dibunuh. “Kita sedang bawa ke laboratorium di IPB untuk diteliti,” sambungnya (ab). | 

Foto: Dok.TNUK 
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip