Kamis, 19 April 2018

Sulawesi Tenggara dan Papua Nikmati BBM Satu Harga

Banggai Laut/Sulawesi Tenggara (WartaMerdeka) - Komite BPH Migas, M Lobo Balia bersama dengan perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Harya Adityawarman, GM MOR VII PT Pertamina (Persero) Tengku Fernanda, Bupati Banggai Laut H. Wenny Bukamo, jajaran TNI dan POLRI, serta tokoh masyarakat Kabupaten Banggai Laut meresmikan  Lembaga Penyalur BBM Satu Harga (SPBU 74.948.01) di Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah (18/4). 

Selain peresmian Penyalur BBM Satu Harga di Banggai, secara simbolik pada hari yang sama, juga diresmikan Penyalur BBM Satu Harga di Distrik Prime, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua. 

SPBU 74.948.01 yang bertempat di Desa Timbong, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan Jenis BBM Premium dan Solar bagi masyarakat sekitar dengan kapasitas sebesar 15 KL jenis BBM Premium dan 15 KL yang BBM Solar dengan berjarak lima kilometer dari SPBU existing yang lebih dahulu beroperasi di kecamatan berbeda untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan estimasi 40 KL Premium dan 10 Kl Solar. 

Sedangkan Penyalur BBM Satu Harga di Lanny Jaya (SPBU Kompak 86.955.15), berada di Distrik Prime dengan kapasitas sebesar 30 KL jenis BBM Premium dan 10 KL untuk BBM Solar dan disupply dari TBBM Jayapura yang berjarak kurang lebih 123 KM dengan menggunakan jalur darat serta 152 Mil menggunakan jalur udara yang melayani konsumen untuk keperluan transportasi, baik lokal maupun antar Kabupaten. 

Dengan beroperasinya Penyalur BBM Satu Harga di Lanny Jaya, maka masyarakat sekitar kini dapat menikmati BBM dengan harga sama dengan Pulau Jawa, yaitu Rp. 6450/liter Premium dan Rp. 5150/liter Solar yang sebelumnya masyarakat harus merogoh kocek sekitar Rp. 20.000-Rp. 40.000 untuk satu liter bensin. 

Komite BPH Migas, M Lobo Balia mengatakan, “pembangunan penyalur/SPBU di wilayah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukkannya. Oleh karena itu perlu ada pengawasan dan monitoring dari Pemerintah daerah dan Aparat agar Penyaluran BBM Satu Harga ini tepat sasaran. Pemerintah Daerah, Badan Usaha maupun Masyarakat dapat melaporkan adanya dugaan-dugaan tindakan dalam penyalahgunaan penyediaan dan pendistribusian BBM yang terjadi di lapangan kepada BPH Migas ataupun Instansi yang berwenang lainnya.” 

SPBU Regular Banggai Laut dan Kompak Lanny Jaya berturut-turut adalah SPBU ke-3 dan ke-4 yang telah beroperasi dari rencana 67 lembaga penyalur program BBM Satu Harga yang akan didirikan oleh PT Pertamina (Persero) di 2018. Untuk wilayah Sulawesi sendiri setelah Kabupaten Banggai Laut akan ada lima kabupaten lain yang didirikan lembaga penyalur BBM, yaitu Sigi, Gorontalo Utara, Konawe Kepulauan, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Talaud. 

“Warga Banggai Laut merasa sangat bersyukur atas kehadiran SPBU di sini sehingga masyarakat dapat menikmati BBM Premium dan Solar yang sebelumnya di pengecer dibanderol dengan kisaran harga Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per liter namun sekarang hadir dengan harga Rp 6.450/liter untuk Premium dan Solar seharga Rp 5.150,-/liter. Tentunya hal ini akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM,” komentar Bupati Banggai Laut H. Wenny Bukamo. 

Sebagai daerah kepulauan, Banggai Laut 
miliki panjang jalan sekitar 400 km dan hanya seperempatnya yang beraspal. “Adanya SPBU Regular ini diharapkan akan mendorong kemajuan sektor transportasi dan mendukung perkembangan sektor perikanan, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Banggai Laut,” tambah Wenny. 

Program BBM Satu Harga memang menjadi perhatian Pemerintah bagi masyarakat di lokasi 3T, sebagai cermin dari pengamalan sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, khususnya keadialN dibidang ketersediaan dan harga BBM (bj/ab). 
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip